Bencana alam,

bisa dibilang akrab menyapa masyarakat Indonesia,

dan kita diharap agar bisa hidup harmoni dengan bencana.

Menjadi wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik sekaligus (Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik) membuat Indonesia kerap dilanda bencana. 

Berbagai kegiatan mitigasi bencana sering dilaksanakan oleh BNPB dan BPBD bersama dengan BASARNAS dan Potensi SAR, serta kelompok ataupun komunitas kegiatan alam bebas. 

Seperti kegiatan yang diadakan oleh BPBD Kabupaten Boyolali, yaitu simulasi penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi.

Yang mana untuk tahun 2017, kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Cepogo.
Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, sejak hari Selasa (17/10/2017) hingga hari Rabu (18/10/2017). Yang mana pada hari Selasa diawali dengan gladi ruang yang berisikan penyampaian materi oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa tengah (Bp. Sarwa Pramana) dan BMG Jogjakarta, serta penyampaian skenario simulasi.
Dilanjutkan dengan pelaksanaan tahap awal simulasi yaitu pendirian klaster kebencanaan meliputi :
-Klaster POSKO.
-Klaster Pendidikan.
-Klaster Komunikasi.
-Klaster Armada dan Evakuasi.
-Klaster Pengungsian.
-Klaster Keamanan.
-Klaster Medis.
-Klaster Dapur Umum dan Logistik.

Adapun tujuan kegiatan ini sebagai wujud dari kesiapsiagaan seluruh komponen yang ada.

Karena kebencanaan adalah tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, lembaga/badan-badan usaha serta masyarakat.

Pada hari kedua, Rabu (18/10/2017) pelaksanaan simulasi dimulai pada pukul 09:00 WIB, diawali  dengan apel gladi.

Tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo yang berjumlah 10 orang, dipimpin oleh M. Roosdin, mendapatkan tugas untuk mengevakuasi warga di Desa Tlogo Lele yang berjarak kurang lebih 15km dari posko induk.
Proses evakuasi menggunakan truk serba guna milik TNI AU yang kapasitas penumpang mampu untuk membawa 25 orang termasuk tim rescue. Proses evakuasi di bantu oleh personil POLRI sebagai foraider, dengan menggunakan armada roda dua (motor trail) serta dari relawan komunitas motor trail juga ikut membantu, untuk menjadi pembuka jalur dan mengevakuasi warga yang tidak dapat di jangkau oleh kendaraan roda 4.

Setelah semua warga terkumpul menjadi satu di titik kumpul dengan jumlah 20 orang tanpa ada yang cidera, kemudian mereka (warga) di evakuasi ke posko induk di Selo.

Setelah sampai di posko induk Selo, para penduduk tersebut ditempatkan di kluster pengungsian, dan selanjutnya tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo standby menunggu instruksi selanjutnya.

Seluruh kegiatan berakhir jam 13.30 WIB dan tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo kembali ke homebase mereka di Bandara Lama Adi Soemarmo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *