Secara garis besar, pendidikan dan pelatihan (Diklat) dapat diartikan sebagai akuisisi dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitudes) yang memampukan manusia untuk mencapai tujuan individual dan organisasi saat ini dan di masa depan (Bambrough, 1998:1). Menurut terminologi lain, Diklat dipisahkan secara tegas, yakni Pendidikan dan Pelatihan.

Nasution (2000:71) : ‘‘Pendidikan adalah suatu proses, teknis dan metode belajar mengajar dengan maksud mentransfer suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.“

Pont (1991:46) : ‘‘Pelatihan adalah mengembangkan orang-orang sebagai individu dan mendorong mereka menjadi lebih percaya diri dan berkemampuan dalam hidup dan pekerjaannya.“

Menurut perspektif Ahwood dan Dimmoel (1999:32) : ‘‘Pendidikan lebih bersifat teoritis dalam pengetahuan umum, sosial dan berkiblat pada kebutuhan perorangan, sedangkan pelatihan adalah suatu proses pengembangan keterampilan untuk melakukan pekerjaan yang sedang berjalan dan pekerjaan di masa yang akan datang.“

Paralel dengan terminologi teoritis di atas, Nadler dan Nadler dalam Atmosoeprapto (2000:29), Mondy dan Noe (1989:224-225), serta Megginson (1985:229) mendefinisikan Diklat sebagai berikut :

1. Pendidikan adalah proses pembelajaran untuk mempersiapkan seseorang untuk mampu mengidentifikasi pekerjaan, menambah wawasan dan pengetahuan.

2. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang terkait dengan pekerjaan spesifik saat ini, proses desain, keahlian, dan teknis pekerjaan untuk mempertahankan dan meningkatkan efektifitas masing-masing individu dan kelompok dalam suatu organisasi.

3. Pengembangan merupakan proses pembelajaran untuk pertumbuhan seseorang, mengaplikasikan informasi, pengetahuan, dan keahlian, serta lebih sering dikaitkan dengan pendidikan level manajerial dalam area yang lebih luas, seperti komunikasi, kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain.

Simanjuntak mengemukakan bahwa :

“Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan dan pelatihan tidak saja menambah pengetahuan, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja, dengan demikian meningkatkan produktivitas kerja.”

Werther dan Davis (1996:282) menjelaskan mengenai Diklat dengan membedakan antara Pelatihan (Training) dan Pengembangan (Development) sebagai berikut :

“… training helps employees do their current jobs, … Development helps the individual handle future responsibilities …”.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah upaya peningkatan kemampuan anggota yang dalam penelitian ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Selanjutnya ada yang membedakan pengertian pendidikan dan pelatihan, antara lain Notoatmodjo.

Menurut Notoadmodjo (1992) :

pendidikan di dalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan kemampuan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan.

Pelatihan merupakan bagian dari suatu proses pendidikan, yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus seseorang atau kelompok orang. Westerman dan Donoghue (1992) memberikan pengertian pelatihan sebagai pengembangan secara sistematis pola sikap / pengetahuan / keahlian yang diperlukan oleh seseorang untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya secara memadai.

Para anggota  dapat berkembang lebih pesat dan lebih baik serta bekerja lebih efisien apabila sebelum bekerja mereka menerima latihan di bawah bimbingan dan pengawasan seorang instruktur yang ahli.

Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang diperlukan oleh suatu instansi atau organisasi, sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan atau keterampilan anggota yang sudah menduduki suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Dalam suatu pelatihan orientasi atau penekanannya pada tugas yang harus dilaksanakan (job orientation), sedangkan pendidikan lebih pada pengembangan kemampuan umum.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap-sikap kerja yang kondusif bagi penampilan kinerja anggota, diselenggarakan pendidikan dan pelatihan, dan diklat ini didasarkan atas analisis kebutuhan yang memadukan kondisi nyata kualitas tertentu selaras dengan program rencana jangka panjang organisasi.

Dampak perkembangan zaman yang terus bergulir, dimana permasalahan yang dihadapi menjadi semakin kompleks dan krusial, dipandang bahwa pendekatan sektoral (partial) seperti yang diberlakukan selama ini memiliki hal-hal yang perlu dilengkapi dalam berbagai aspek. Pendekatan yang lebih mendasar pada spesialisasi fungsi yang diemban oleh SAR HNC Lanud Adi Soemarmo, sebagaimana telah dijabarkan dalam bentuk peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh organisasi, lebih bersifat terapi dan mengacu kepada urgensitas permasalahan yang dihadapi.

Ada dua strategi pendidikan / pelatihan yang dilakukan, yaitu pendidikan yang dilakukan didalam organisasi dan pendidikan yang dilakukan diluar organisasi.

Sumber daya manusia yang berkualitas akan mengelola instansi dengan baik pula. Pengelolaan di sini adalah pengelolaan disemua bidang pekerjaan, termasuk pelayanan dan perencanaan. Cara meningkatkan dan mengembangkan SDM dengan pendidikan/ pelatihan, baik melalui pendidikan yang dilakukan di dalam maupun di luar organisasi.

 

TUJUAN DIKLAT

Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan tentu memiliki tujuan baik bagi anggota itu sendiri maupun bagi organisasi. Hal ini perlu diperhatikan karena tujuan-tujuan tersebut sesungguhnya merupakan landasan dalam menetapkan metode pendidikan dan pelatihan mana yang akan dipakai, materi yang akan dibahas, pesertanya, dan siapa saja tenaga pengajarnya untuk dapat memberi perubahan kemampuan yang signifikan.

Tujuan pendidikan dan latihan yang hendak dicapai yaitu berupa:

1) Bekerja Lebih Efisien

Siapapun pengikut pelatihannya, diharapkan setelah mengikuti latihan diharapkan kelak bisa bekerja lebih efisien. Setelah mengikuti latihan tentunya bertambah pengetahuannya sehingga lebih mudah dalam menyelesaikan suatu tugas.

2) Pengawasan Lebih Sedikit

Setelah memperoleh latihan atau pendidikan khusus (pengetahuannya bertambah) maka kesalahan dalam mengerjakan tugas tentunya dapat ditekan. Jika kesalahan yang mungkin dibuat hanya sedikit maka tingkat pengawasan yang diberikan menjadi sedikit.

3) Lebih Cepat Berkembang

Perkembangan memang dapat dibiarkan secara alami sesuai dengan kemampuannya. Akan tetapi perkembangan tersebut akan lebih cepat jika diberikan sebuah pendidikan atau latihan khusus.

4) Stabilitas Anggota dan Penurunan Turn Over

Para anggota yang telah memperoleh latihan atau pendidikan khusus tentunya mempunyai kecenderungan untuk bertahan di organisasi/lembaga yang bersangkutan.

Anggota yang menerima latihan dibawah pengawasan instruktur ahli maka anggota tersebut akan berkembang lebih cepat dan lebih baik serta bekerja lebih efisien.

Secara umum kegiatan latihan akan memberikan manfaat sebagai berikut:

1) Menaikkan rasa puas anggota.

2) Memperbaiki metode dan sistem kerja.

3) Mengurangi kecelakaan.

4) Memperbaiki komunikasi.

5) Meningkatkan pengetahuan serbaguna anggota.

6) Memperbaiki moral anggota.

7) Menimbulkan kerjasama yang baik.

Berikut merupakan manfaat (sasaran) latihan adalah meliputi hal-hal berikut:

1) Pekerjaan diharapkan lebih cepat dan lebih baik.

Para anggota akan diajar dan dilatih bagaimana melaksanakan pekerjaan secara lebih cepat dan lebih baik daripada sebelumnya. Dengan melaksanakan petunjuk-petunjuk cara melaksanakan pekerjaan dalam latihan, maka diharapkan anggota akan dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan lebih baik.

2) Penggunaan peralatan lebih tahan lama.

Latihan juga mengajarkan bagaimana menggunakan perlatan sehingga dapat mengurangi kerusakan, memperpanjang umur peralatan dan sebagainya.

3) Angka kecelakaan lebih kecil.

Latihan mengajarkan tentang bagaimana menggunakan peralatan menurut ketentuan keselamatan kerja. Dengan demikian dalam operasinya anggota akan terbebas dari kecelakaan.

4) Tanggung jawab diharapkan lebih besar.

Program latihan tidak hanya berusaha memperbaiki dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan saja tetapi mencakup pula penaikan dan pengembangan sikap dan tingkah laku sesuai dengan visi misi organisasi.

5) Kelangsungan organisasi lebih terjamin.

6) Latihan juga bisa memberikan keuntungan tambahan, yaitu:

Kelangsungan organisasi akan bisa dijaga jika organisasi ditangani oleh orang-orang yang tepat. Orang yang tepat dalam hal ini tidak dapat ditunggu begitu saja bermunculan tapi harus ditemukan, caranya adalah dengan mendidik dan melatih anggota sehingga potensi yang ada bisa digali sebanyak mungkin.

a) Mengurangi pengawasan.

b) Meningkatakan rasa harga diri.

c) Meningkatkan kerja sama antar anggota.

d) Memudahkan pelaksanaan pendelegasian wewenang.