Gempa yang mengguncang Lombok membuat wilayah tersebut luluh lantak.

Sebelumnya, Lombok diguncang gempa 6,4 skala Richter pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 skala Richter pada 5 Agustus 2018.

Disamping korban jiwa yang terus bertambah, kerusakan infrastruktur parah terjadi dimana-mana, khususnya di Lombok Utara.

Masa tanggap darurat pun ditetapkan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat hingga 25 Agustus 2018.

Dari data dan informasi mengenai kondisi di lapangan yang diterima dari rekan-rekan relawan dan tim Basarnas yang berada di Lombok Utara. 

05 Agustus 2018 dilaksanakan rapat internal dan mempersiapkan 10 personel untuk diberangkatkan ke Lombok.

Setelah hasil rapat internal tersebut dilaporkan ke Kadisops Lanud Adi Soemarmo selaku penasehat di SAR HNC Lanud Adi Soemarmo pada tanggal 6 Agustus 2018.

Keputusan dari rapat internal SAR HNC Lanud Adi Soemarmo didukung oleh Danlanud, sekaligus mencari dukungan Bansos dari masayarakat Solo sekitarnya.

Sehingga personel yang akan berangkat ke Lombok nantinya bisa membawa bansos untuk warga Lombok yang terkena dampak dari gempa bumi tersebut.

Akhirnya dijadwalkanlah rapat koordinasi dengan instansi samping untuk menggalang Bansos yang dihadiri oleh :

  • Kadisops Lanud Adi Soemarmo.
  • Koordinator Pos Basarnas Solo.
  • Ketua dan jajaran pengurus SAR HNC Lanud Adi Soemarmo.
  • Ketua dan jajaran pengurus SAR Rajawali Solo.

Yang dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2018 jam 19:00 WIB bertempat di MAKO SAR HNC Lanud Adi Soemarmo.

Hasil dari rapat koordinasi tersebut adalah, dibukanya Posko penerimaan Bansos untuk gempa Lombok di MAKO SAR HNC Lanud Adi Soemarmo.

Kegiatan dimulai tanggal 7 Agustus 2018 hingga 10 Agustus 2018 dan mempersiapkan personel potensi SAR se Solo raya untuk diberangkatkan ke Lombok, NTB.

Personel SAR HNC Lanud Adi Soemarmo bersama relawan se-Solo raya yang diberangkatkan ke NTB, berjumlah 42 personel dengan berbagai skill/kemampuan.

Di NTB, ke 42 personel tersebut berada di daerah Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara bergabung dengan Basarnas.

Di luar ekspektasi, Daplap/DU awalnya untuk mencukupi 42 personel tim relawan dari Solo raya, berubah menjadi 250 personel tim relawan yang harus dicukupi.

Dikarenakan situasi dan kondisi lapangan serta hasil briefing awal dengan Basarnas dan relawan yang berada di lapangan Tanjung, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *