Ratusan militer asing berjalan berbaris.

Merupakan militer dari 5 benua 42 negara di dunia, termasuk TNI bukan untuk berperang.

Melainkan, mereka sedang mengikuti kirab seni budaya dalam rangka menyambut pembukaan kejuaraan terjun payung internasional militer atau World Military Parachuting Championship (WMPC) 2014 ke-38 di Solo.

Rute kirab dimulai dari Ngarsopuran dan finis di Balai Kota Solo. Kirab para militer tersebut disambut hangat oleh ribuan masyarakat. Suara riuh tepuk tangan warga pun menghiasi sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Para peserta kirab itu pun membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan kepada masyarakat.

Bahkan, mereka tidak canggung bercengkerama dan mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama masyarakat setempat.

Di belakang rombongan tampak iringan prajurit Wrekso Projo Satpol PP Kota Solo, kirab juga dimeriahkan oleh puluhan peserta dari Red Batik Solo Community.

Sebelumnya, kirab dipimpin langsung oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota, Achmad Purnomo.

Mereka tampak menaiki kereta kencana dengan didampingi sejumlah pejabat TNI.

Saat itu, Walikota mengenakan kostum Werkudoro, sedangkan Wawali mengenakan kostum Bisma.

Peserta kirab pun berhenti di panggung yang ada di Jl. Jenderal Sudirman, Solo.

Di lokasi tersebut, peserta kirab dari 42 negara disuguhi oleh berbagai pertunjukan budaya, salah satunya pertunjukan sendratari Pelangi Dirgantara Indonesia.

Peserta WMPC 2014 pun kagum dengan pertunjukan budaya yang mengenakan berbagai macam kostum wayang, merak, hingga cendrawasih.

Kostum red batik yang terbuat dari anyaman bambu dan biji-bijian pun membuat para peserta terkesan.

Salah satu peserta WMPC 2014 asal Sri Lanka, Wg. Cdr. Jagath Godakanda, mengaku kagum dengan kirab.

Pasalnya, selain untuk berlomba, peserta juga diajak langsung untuk merasakan kirab budaya.

Menurutnya, pertunjukan yang ditampilkan Kamis sore itu sangat berbeda dengan budaya yang selama ini dia lihat di negara lain.

Bahkan, dia bakal merasa kangen dengan Indonesia jika kelak pulang ke tanah airnya.

“Very interesting cultural performances and I had not seen in other countries. I will miss this city, the people was very friendly.”

Sementara, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berharap dengan kirab itu bisa berkesan bagi peserta lomba terjun payung.

“Dengan pertunjukan ini, budaya bangsa Indonesia bisa dikenal oleh bangsa lain.”

Ketua Pelaksana Kejuaraan Terjun Payung Militer Internasional, Brigjen TNI Endang Sodik, menambahkan total ada 42 negara yang mengikuti kejuaraan tersebut.

Hingga saat ini tercatat ada 42 negara yang mengikuti kejuaraan terjun payung.

Dengan adanya kirab ini, harapannya bisa memberikan kesan kepada semua negara peserta kirab.

Seperti inilah Indonesia, demikianlah Jawa Tengah dan seperti inilah Solo, biar ngangeni.

"Setiap negara mengirimkan rata-rata sebanyak 15 atlet. Bahkan, ada negera seperti Korea Selatan mengirimkan atletnya hingga 23 personel," kata Endang Sodik yang juga menjabat sebagai Sekertaris Umum Asosiasi Terjuan Payung Militer Indonesia (IMPA).

Menurut Endang Sodik, kegiatan kejuaraan internasional terjun payung militer tersebut sasarannya meningkatkan persahabatan antar Angkatan Bersenjata di kawasan Afrika, Amerika, Asia, Eropa.

Serta promosi "Friendship Through Sport and Game For Peace" (CISM) di kawasan Asia pasifik dan Oceania.

Selain itu, dengan kegiatan ini memperbesar profil internasional TNI pada peran "Second Track Diplomacy" pada misi persahabatan dan perdamaian, meningkatan prestasi olahraga terjun payung TNI.

Serta memperbesar peran TNI dalam promosi nasional di bidang ekonomi, budaya, pariwisata, serta UKM masyarakat.

Sementara itu panitia 38th World Military Parachuting Championship Solo, menggelar apel bersama dalam rangka persiapan ( gladi ) pertama lomba terjun payung militer yang akan diselenggarakan pada tanggal 17-28 September 2017 di Solo.

Apel bersama tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kolonel (Inf) Richard Tampubolon.

Diikuti lebih dari sepuluh peleton pasukan yang terdiri dari :

  • Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan
  • Polisi Militer
  • TNI AU
  • Polri
  • Satpol PP
  • Pemadam Kebakaran
  • Badan SAR Nasional (BASARNAS)
  • Potensi SAR di wilayah Surakarta

Apel tersebut digelar di halaman parkir stadion Manahan Solo.

Dalam keterangannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari apel bersama tersebut untuk melihat kesiapan seluruh komponen penyelamatan dan pengamanan peserta lomba, baik sarana dan prasarana pendukung dalam pengamanan dan penyelamatan.

“Kita lihat seberapa siap para personel dan peralatan pendukungnya dalam mengamankan para peserta terjun payung serta keselamatannya.”

Perlu diketahui dengan dipilihnya kota Solo sebagai tempat berlangsungnya lomba terjun payung militer tingkat internasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga kota Solo.

Nantinya di Solo akan disiapkan tiga tempat untuk pendaratan para peserta lomba, antara lain Stadion Manahan, Stadion sriwedari dan Alun-alun selatan.

Beliau juga menambahkan, jumlah personil yang akan dilibatkan dalam pengamanan peserta terjun payung mencapai hampir 1000 personel yang nantinya akan dibagi ketiga titik pendaratan dan juga didalam lingkungan bandara Adi Soemarmo sendiri.

“Personel yang kami libatkan memang banyak, karena akan ada tamu-tamu VIP yang hadir, untuk di stadion Manahan sendiri akan ada sekitar 600 personel, untuk lokasi yang lain menyesuaikan” pungkasnya.

Sedangkan di Lanud Adi Soemarmo sendiri, beliau Kolonel Pnb. Agus Radar selaku Komandan Lanud Adi Soemarmo mengatakan terjun payung ini dibuka dari tanggal 17 September sampai tanggal 27 September dan ini adalah kejuaraan dunia terjun payung Militer yang diikuti 42 Negara lain.

Dalam penilaian terjun payung ini ada 3 yang diperebutkan untuk yang pertama formasi terjun, yang kedua akurasi dan yang ketiga style.

”Yang dinilai kalau bentuk formasi, bentuk dari bentuk-bentuk formasi selama beberapa detik diudara.”

Acara ini diselenggarakan di 3 tempat yaitu, di Lanud Adi Soemarmo, stadion Manahan dan di Alun – alun selatan.

Kalau untuk latihan terjun payung ini memakan waktu selama 2 hari yaitu, pada tanggal 15 dan 16 September dan latihannya dinegara masing-masing. Untung saja belum ada insiden yang terjadi selama acara ini berlangsung dan semuanya berjalan dengan lancar termasuk sarana dan prasarana.

Setelah mendapatkan pembekalan dan briefing dari panitia, tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo berjumlah 40 orang dan dipimpin oleh Kusworo Rahadyan mengadakan briefing internal yang bertempat di Bandara Lama Adi Soemarmo yang juga sebagai homebase dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo.

Dan sesuai dengan ploting daerah pengamanan, tim dari SAR HNC ditunjuk untuk mengamankan wilayah Adi Soemarmo sekitarnya.

Selain pos induk yang berada di MAKO SAR HNC Lanud Adi Soemarmo, pos pantau lainnya ada 5, diantaranya :
-Pos Pantau 1 Waduk Cengklik
-Pos Pantau 2 Jembatan Kali Pepe
-Pos Pantau 3 DEPOHAR 50
-Pos Pantau 4 Pertigaan Desa Dibal
-Pos Pantau 5 Gagak Sipat

Tim yang berada di pos induk, selalu memonitor kegiatan penerjun, dari mereka datang hingga mereka mendarat di lokasi penerjunan yang sudah ditentukan.

Dan selama kegiatan ini berlangsung, cidera yang fatal bagi para peserta, bisa dikatakan tidak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *