Gunung Kelud akhirnya meletus Kamis malam (13-2-2014) pukul 22.50 WIB.

Gunung yang mempunyai ketinggian 1.731 meter dari permukaan laut dan berlokasi di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Jawa Timur.

Letusan (erupsi) gunung Kelud terdengar sampai Solo, Yogya, Boyolali dan paparan abu vulkaniknya setinggi 17 km, dengan volume 150-200 juta kubik.

Tersebar hingga Boyolali, Surabaya, Yogya, Solo, Salatiga, Ungaran, Ponorogo, Mojokerto, dan Surabaya bahkan Cilacap dan Kebumen yang berjarak 442 km dari Kelud.

Letusan tersebut juga diikuti hujan kerikil, anehnya, kota Blitar yang jaraknya 35 km di selatan Gunung Kelud tidak kena debu vulkanik. Ini karena angin membawa abu ke barat dan barat daya.

Menurut info dari BMKG, jarak aman dari letusan gunung Kelud adalah 10 km dari puncak.

Ada 36 desa yang berada pada area tersebut, dengan penduduk berjumlah 200 ribu jiwa dan harus dikosongkan.

Yang paling parah adalah tiga desa, yaitu Sambirejo, Ngantru dan Desa Pagersari. Ketiga desa itu berada di zona 1 terdampak karena hanya berjarak 7 Kilometer dari Gunung Kelud.

Status Gunung Kelud termasuk cepat eskalasinya, pada 2 Februari 2014 statusnya dinaikkan menjadi Waspada (level II), lalu naik menjadi Siaga (level III) pada 10 Februari 2014.

Kamis malam jadi Awas (level IV) atau level tertinggi pada pukul 22.15 WIB.

Tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo pada tanggal 14 Februari 2014, pukul 01.00 WIB segera mengadakan briefing.

Dan keesokan paginya pada pukul 07.00 WIB briefing berlanjut di Mako sambil berkoordinasi dengan Lanud Adi Soemarmo, Basarnas Pos Surakarta dan beberapa relawan dari Malang, Jawa Timur (Gimbal Alas).

Akhirnya disepakati untuk tim dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo di bagi 2 tim.

Tim pertama untuk diberangkatkan ke Kediri, Jawa Timur.

Tim kedua dipersiapkan untuk membantu proses pembersihan sekitar Mako SAR HNC Lanud Adi Soemarmo serta wilayah Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo (runway), serta mendistribusikan masker bagi masyarakat sekitarnya.

Tim Pertama yang berjumlah 15 orang dipimpin oleh Lettu Wisnu meninggalkan Mako SAR HNC Lanud Adi Soemarmo untuk bergabung bersama tim dari Basarnas Pos Surakarta yang berada di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Tim diberangkatkan pada Jumat, 14 Februari 2014 pukul 19.00 WIB dengan membawa beberapa bantuan berupa logistik (makanan, obat-obat an, pampers dll.), bantuan tersebut berasal dari masyarakat Solo dan sekitarnya.

One thought on “Distribusi Bantuan Untuk Korban Erupsi Gunung Kelud”

  1. Magnificent things below.. promise rings for him I will be thrilled to appearance your write-up. Thanks a whole lot with this particular getting excited about get in touch with anyone. Might you nicely decline me a mail?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *